Posts

26

1. Pengenalan SMART PLS 4 SMART PLS 4 adalah software berbasis Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) yang digunakan untuk analisis hubungan antara variabel laten. PLS-SEM cocok untuk penelitian eksploratif, model kompleks, dan sampel kecil. 2. Instalasi dan Persiapan Data ✅ Download & Instal : Unduh SMART PLS 4 dari smartpls.com . Install dan aktivasi (bisa pakai versi trial atau lisensi). ✅ Persiapan Data : Gunakan format Excel (.csv) atau .xlsx . Pastikan data bersih (tidak ada missing values, outlier terdeteksi). Variabel harus dikategorikan sebagai indikator reflektif atau formatif . 3. Membuat Model di SMART PLS 4 Buka SMART PLS 4 → Klik New Project Import Data (Pilih file .csv atau .xlsx) Buat Model : Seret variabel laten ke dalam workspace. Tambahkan indikator yang sesuai. Hubungkan antar variabel dengan panah. 4. Analisis Model Pengukuran (Outer Model) Outer model mengevaluasi validitas dan reliabilitas indikator . Langkah-langkahnya: 🔹 Reliabili...

25

(ENGLISH) Cultural Differences Between Indonesia and Malaysia in Industry 5.0 Readiness: Between Harmony and Structure Indonesia and Malaysia, two neighboring countries with similar cultural roots, have distinct approaches to embracing Industry 5.0 . While both are striving for digital transformation and technological integration, cultural differences play a crucial role in their readiness and implementation of innovation. By analyzing through Hofstede’s cultural dimensions and the lens of technological readiness, we can understand how work culture, innovation acceptance, and leadership styles influence Industry 5.0 adoption in both countries. 1️⃣ Power Distance: Hierarchical Structure vs. Flexibility in Digital Transformation Differences in Power Distance Index (PDI) are evident between Indonesia and Malaysia. 🔹 Indonesia: More Flexible Hierarchy In organizations, especially in manufacturing and logistics, hierarchy is respected , but leadership approaches are becoming more flexi...

24

Perbedaan Budaya Indonesia dan Malaysia dalam Kesiapan Teknologi 5.0: Antara Harmoni dan Struktur Indonesia dan Malaysia, dua negara bertetangga dengan akar budaya yang mirip, memiliki pendekatan yang berbeda dalam menghadapi Industri 5.0 . Meskipun keduanya sama-sama berusaha menuju transformasi digital dan integrasi teknologi, perbedaan budaya memainkan peran besar dalam kesiapan dan implementasi inovasi. Dengan menganalisis melalui kerangka Hofstede dan perspektif kesiapan teknologi, kita dapat memahami bagaimana budaya kerja, penerimaan inovasi, dan gaya kepemimpinan memengaruhi kesiapan industri 5.0 di kedua negara. 1️⃣ Power Distance: Struktur Hierarki vs. Fleksibilitas dalam Transformasi Digital Perbedaan dalam Power Distance Index (PDI) sangat mencolok antara Indonesia dan Malaysia. 🔹 Indonesia: Hierarki yang Lebih Fleksibel Dalam organisasi, terutama di industri manufaktur dan logistik, hierarki tetap dihormati , tetapi pendekatan kepemimpinan mulai lebih fleksibel....

23

Memahami 6 Dimensi Budaya Hofstede: Kunci Sukses dalam Dunia Global Dalam dunia bisnis dan industri yang semakin terhubung, memahami perbedaan budaya menjadi sangat penting. Salah satu teori yang paling banyak digunakan untuk menganalisis budaya adalah 6 Dimensi Budaya Hofstede . Teori ini dikembangkan oleh Geert Hofstede , seorang psikolog sosial yang melakukan penelitian terhadap perusahaan multinasional untuk memahami bagaimana budaya memengaruhi perilaku kerja. Hofstede menemukan bahwa setiap negara memiliki karakter budaya unik yang dapat diukur berdasarkan enam dimensi utama. Yuk, kita bahas satu per satu dengan cara yang mudah dipahami! 1️⃣ Power Distance Index (PDI) – Seberapa Jauh Kesenjangan Kekuasaan Diterima? Dimensi ini mengukur sejauh mana masyarakat menerima perbedaan kekuasaan dalam organisasi dan kehidupan sosial. 🔹 Power Distance Tinggi (contoh: Malaysia, Filipina) Hierarki sangat dihormati, keputusan biasanya dibuat oleh atasan tanpa banyak diskusi. Baw...

22

Image
  Gambar ini adalah hasil visualisasi dari VOSviewer , yang menunjukkan hubungan antar kata kunci dalam penelitian mengenai kesiapan Industri 5.0 . Berikut adalah cara membaca dan  memahami visualisasi ini secara mendalam: 1. Struktur Dasar Visualisasi VOSviewer Gambar ini merupakan network visualization , yang berarti setiap node (lingkaran) mewakili sebuah kata kunci, dan setiap garis (edge) yang menghubungkan node menunjukkan keterkaitan antara kata-kata tersebut dalam literatur akademik. Warna node menunjukkan kelompok atau cluster yang berbeda berdasarkan kemiripan topik. Ukuran node menunjukkan frekuensi kemunculan kata kunci tersebut dalam dataset. Semakin besar node, semakin sering kata tersebut muncul. Ketebalan garis menunjukkan seberapa kuat hubungan antara dua kata kunci. Garis yang lebih tebal menunjukkan hubungan yang lebih sering muncul bersama dalam publikasi. Jarak antar node menggambarkan keterkaitan konseptual. Node yang lebih dekat menunjukka...

21

Tetaplah Jadi Baik Hujan turun perlahan di ujung senja, menyisakan aroma tanah basah yang menenangkan. Di sebuah kota kecil yang dipenuhi lampu-lampu jalan yang redup, seorang wanita bernama Lilipa duduk di depan jendela rumahnya. Matanya menerawang jauh, seakan mencari sesuatu yang telah lama hilang. Sejak kecil, Lilipa selalu diajarkan satu hal oleh ibunya: "Jadilah baik, nak, tak peduli bagaimana dunia memperlakukanmu." Kata-kata itu terus melekat dalam benaknya, seperti mantra yang membimbing langkah-langkahnya dalam kehidupan. Namun, menjadi baik di dunia yang keras tidaklah mudah. Ia pernah dikhianati sahabatnya sendiri, dicaci oleh mereka yang tidak mengenalnya, bahkan hatinya pernah hancur oleh seseorang yang ia percaya sepenuh hati. Ada banyak malam di mana ia menangis dalam diam, bertanya pada Tuhan, "Apakah semua kebaikan ini sia-sia?" Suatu hari, Lilipa bertemu dengan seorang anak kecil di pinggir jalan. Anak itu duduk sendirian dengan pakaian lusu...

20

Analisis data dengan memastikan threshold criteria (batas minimum) untuk setiap analisis seperti Average Variance Extracted (AVE), Composite Reliability (CR), Loading Factor, dan Discriminant Validity , maka langkah-langkah berikut dapat membantu: 1. Pastikan Data Sudah Bersih Sebelum melakukan analisis di SmartPLS 4 , pastikan bahwa: ✅ Data sudah lengkap tanpa banyak missing values . ✅ Tidak ada outliers ekstrim yang dapat memengaruhi hasil. ✅ Data sudah dalam format yang sesuai (angka, bukan teks). 2. Threshold Criteria yang Harus Diperhatikan Supervisor ingin memastikan bahwa semua hasil memenuhi standar minimum. Berikut adalah kriteria utama: Indikator Threshold Minimum Penjelasan Outer Loading ≥ 0.70 (ideal), 0.60-0.69 (masih diterima) Menunjukkan kontribusi indikator terhadap variabel laten. Average Variance Extracted (AVE) ≥ 0.50 Mengukur seberapa banyak variabel laten menjelaskan varians indikatornya. Composite Reliability (CR) ≥ 0.70 (baik), ≥ ...