6

Perjalanan S3 di Universiti Teknikal Malaysia Melaka: Sebuah Kisah tentang Mimpi, Perjuangan, dan Kerinduan

Awal Sebuah Perjalanan: Berangkat dengan Cita-Cita Besar

Ketika pertama kali menjejakkan kaki di Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM), ada begitu banyak perasaan yang bercampur aduk dalam hati. Antara harapan dan kekhawatiran, antara semangat dan ketakutan, aku tahu perjalanan ini tidak akan mudah. Namun, satu hal yang pasti—aku datang dengan satu impian besar: menyelesaikan S3 dan membawa ilmu ini kembali ke tanah air.

Menjadi seorang mahasiswa doktoral bukan sekadar tentang gelar atau prestasi akademik. Ini adalah perjalanan menemukan makna dalam setiap lembar penelitian, setiap malam tanpa tidur, dan setiap tantangan yang datang silih berganti. Aku tahu sejak awal bahwa S3 bukan hanya tentang kepintaran, tetapi tentang kesabaran, ketekunan, dan keberanian untuk terus maju meski badai menghadang.


Hari-Hari Penuh Perjuangan: Antara Ekspektasi dan Realita

Hari-hari pertama dipenuhi dengan euforia. Aku bertemu dengan para dosen yang luar biasa, lingkungan akademik yang mendukung, serta sesama mahasiswa yang memiliki semangat yang sama. Namun, seiring waktu, realita mulai berbicara.

Penelitian yang kukira akan berjalan mulus ternyata penuh dengan rintangan. Eksperimen yang gagal, revisi yang tak terhitung jumlahnya, serta tenggat waktu yang terus menghantui menjadi bagian dari keseharianku. Ada saat-saat di mana aku merasa ingin menyerah, bertanya pada diri sendiri, “Apakah aku benar-benar bisa menyelesaikan ini?”

Belum lagi rasa kesepian yang begitu nyata. Jauh dari keluarga, dari Ayah dan Ibu yang selalu menjadi sumber semangatku, membuat setiap hari terasa lebih berat. Aku rindu rumah, rindu obrolan ringan di meja makan, dan rindu tawa yang sederhana namun berarti. Kadang aku berpikir, mengapa aku memilih jalan ini?

Namun, di titik terendah itulah aku menemukan makna sejati dari perjalanan ini. S3 bukan hanya tentang penelitian dan publikasi, tetapi tentang bagaimana aku bertahan menghadapi tantangan hidup.


Bangkit dari Kegagalan: Menemukan Kekuatan dalam Kesulitan

Setiap kegagalan yang datang membawaku lebih dekat ke keberhasilan. Setiap revisi yang diberikan oleh pembimbing bukanlah bentuk penolakan, tetapi cara mereka membimbingku menjadi lebih baik. Aku belajar bahwa ilmu bukan hanya tentang angka dan data, tetapi juga tentang ketekunan dan kesabaran dalam mencapainya.

Aku mulai mengubah cara pandangku terhadap kesulitan. Jika dulu aku melihat kegagalan sebagai hambatan, kini aku melihatnya sebagai batu loncatan. Jika dulu aku merasa sendiri, kini aku sadar bahwa aku tidak benar-benar sendiri. Ada teman-teman seperjuangan yang juga merasakan hal yang sama, ada orang-orang baik di sekitarku yang siap membantu, dan yang terpenting—ada keluargaku yang selalu mendukung dari kejauhan.

Di tengah tekanan akademik yang luar biasa, aku juga belajar untuk tidak lupa merawat diri sendiri. Aku mulai mencari keseimbangan antara penelitian dan kehidupan pribadi. Sesekali aku berjalan-jalan di sekitar Melaka, menikmati suasana kota tua yang menenangkan. Aku menemukan bahwa inspirasi tidak selalu datang dari jurnal atau laboratorium, tetapi juga dari kehidupan itu sendiri.


Menatap Masa Depan: Langkah Terakhir Menuju Garis Finish

Kini, aku semakin dekat dengan akhir perjalanan ini. Tapi aku tahu, akhir dari S3 bukanlah akhir dari perjuangan—melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Ilmu yang kudapat di sini bukan hanya untuk diriku sendiri, tetapi juga untuk mereka yang membutuhkan. Aku ingin berbagi, ingin memberikan kontribusi, ingin membawa perubahan.

Perjalanan ini telah mengajarkanku banyak hal. Tentang bagaimana kesabaran bisa mengalahkan kelelahan, bagaimana tekad bisa mengalahkan keraguan, dan bagaimana mimpi bisa menjadi kenyataan jika diperjuangkan dengan sepenuh hati.

Mungkin aku belum tiba di garis akhir, tapi satu hal yang pasti: aku tidak akan menyerah. Aku akan terus melangkah, dengan penuh keyakinan bahwa setiap usaha, setiap air mata, dan setiap pengorbanan akan terbayar dengan sesuatu yang jauh lebih berharga.

Untuk siapapun yang sedang berjuang di perjalanan S3 atau dalam kehidupan, jangan menyerah. Mungkin jalannya berat, mungkin banyak hal yang membuatmu ingin berhenti. Tapi percayalah, di ujung perjalanan ini ada sesuatu yang sangat berharga yang sedang menantimu.

Dan ketika hari itu tiba, ketika aku akhirnya bisa berdiri di depan keluarga dan berkata, "Aku berhasil", aku tahu semua ini akan sepadan.

💙 Perjuangan ini untuk masa depan. Untuk ilmu. Untuk keluarga. Dan untuk semua yang percaya bahwa mimpi layak diperjuangkan.



Comments

Popular posts from this blog

1

2

18